Dugaan Lelang Proyek Curang, Malapetaka Lapor Polda

- Jurnalis

Jumat, 2 Juli 2021 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com  – Aliansi Masyarakat Lampung  Yang tergabung dalam LSM Malapetaka mendatangi Kapolda Lampung, untuk melaporkan dugaan Pengondisian Proyek DI ULP Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Jumat (02/07)

Koordinator Lapangan Riswan mengatakan, jika pihaknya yang terdiri dari Pemuda dan Mahasiswa komunitas penggiat Anti Korupsi yang tergabung dalam Masyarakat Lampung Pelopor Tolak Korupsi Anggaran (MALAPETAKA) Lampung yang aktif sebagai salah satu sosial kontrol terhadap penyalahgunaan kewenangan, khususnya dalam rangka mengawal proses penegakan Supremasi.

“Hukum atas upaya penyimpangan dan pelanggaran dalam implementasi dugaan penyalahgunaan teknis prosedur dan wewenang serta beberapa dugaan pelangaran UU dan Peraturan, “kata Riswan

Menurutnya, kedatangan dirinya juga dalam rangka turut serta mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi dan upaya menciptakan aparat yang bersih bebas dari KKN sesuai yang diamanahkan dalam UU No. 28 Th 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN pada Bab VI Pasal 9 yang mengisyaratkan peran serta masyarakat.

“Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan PP.NO.43.Th.2018. Menindaklanjuti Temuan adanya Dugaan Penggunaan Jasa Hacker pada Lelang Proyek pengadaan barang dan jasa Di ULP Kab. Lampung tengah T.A 2021 yang mengarah pada pengondisian proyek dibeberapa OPD (Dinas PU, Dinas
Perkim dan BPBD), “ungkapnya

Baca Juga :  LSM Gipak Tetap Kawal Lelang Proyek LamtengS

Selain itu pihaknya juga meminta Kapolda lampung  Melalui
Diskrimsus untuk segera menindaklanjuti temuan  dengan menurunkan TIM Ahli ITE untuk membongkar dugaan
skandal pengondisiaan proyek dengan menggunakan jasa Hacker teresbut.

“Dugaan penggunaan jasa Hacker ini timbul dikarenakan adanya beberapa peserta lelang yang melakukan penawaran
terkait pengadaan barang dan jasa dibeberapa OPD, hal tersebut Nampak pada opd BPBD Pada beberapa kegiatan seperti di Jalan kesuma jaya – Bekri Rp.2.226.439.000, Jembatan Ratna Chaton Seputih raman Rp.2.550.849.000, Jembatan kali Dadi_kali Rejo Rp.2.069.948.000,Jembatan Putra LempuyunWay Pengubuan Rp 2.747.764.000,”jelasnya

Untuk itu, ia berpendapat, bahwa harga penawaran yang tercantum diinformasi lelang ULP Kabupaten Lamteng Berbeda dengan harga penawaran yang sebenarnya dilakukan oleh Rekanan, sehingga menyebabkan penawaran oleh beberapa Rekanan gugur karena nilai penawarannya turun sangat rendah dan mendekati HPS dan ini sangat merugikan bagi rekanan
yang memasukan penawaran yang seharusnya sesuai dengan aslinya.

Baca Juga :  Bos Jurnalis Korban Intimidasi Ngaku Kecewa

Selanjutnya, terlebih adanya dugaan bahwa oknum yang menggunakan jasa hacker adalah Pemain lama ditambah lagi adanya
dugaan campur tangan pejabat tinggi Lam-Teng yang main mata dengan pihak rekanan.

Berdasarkan temuan diatas maka kami menyatakan sikap :

1. Kapolda Lampung segera Turunkan Tim ITE Terkait Dugaan Penggunaan jasa Hacker Lelang elektronik
pengadaan barang dan jasa di ULP kab. Lampung tengah
2. Diskrimsus Polda Lampung segera periksa adanya dugaan lelang terkondisi di dinas Pu, Perkim dan BPBD
Kab. Lampung tengah
3. ULP Lampung tengah segera Lakukan lelang ulang terkait proyek T.A 2021 dibeberapa OPD Kab. Lampung
tengah
4. Mengajak seluruh Elemen Masyarakat untuk ikut serta mengawal proses penyelenggaraan Negara guna
terciptanya pemerintahan yang bersih dari KKN.(*)

Berita Terkait

Tiga Kali Mengancam dan Mencelakai Korban, JE Dilaporkan ke Polisi
Warga Bakal Duduki Lahan PT SGC?
Kejagung Cekal Bos SGC Ke LN, Reka Punnata Cs : Alhamdulillah!
MPDH Dukung Full Langkah Hukum Reka Punnata Cs
Tokoh Tuba Desak Penetapan Tersangka Bos SGC
Gindha Ansori Wayka Layangkan Somasi Kedua: Tegaskan Sikap Hukum atas Perubahan Akta yang Rugikan Klien
Putri Maya Rumanti, S.H, M.H resmi manjadi kuasa hukum PT MPR
Gapeksindo Nilai Lelang RSPTN Unila Banyak Kejanggalan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 September 2025 - 09:25 WIB

Tiga Kali Mengancam dan Mencelakai Korban, JE Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 20 Juli 2025 - 16:11 WIB

Warga Bakal Duduki Lahan PT SGC?

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:05 WIB

Kejagung Cekal Bos SGC Ke LN, Reka Punnata Cs : Alhamdulillah!

Jumat, 4 Juli 2025 - 08:20 WIB

MPDH Dukung Full Langkah Hukum Reka Punnata Cs

Kamis, 3 Juli 2025 - 09:27 WIB

Tokoh Tuba Desak Penetapan Tersangka Bos SGC

Berita Terbaru

Politik

Reka Punnata Siap Menangkan PSI Lampung

Kamis, 4 Des 2025 - 11:54 WIB