Lebih Dari Separuh Jalan Kabupaten di Lampung Kurang Mantap

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Lampung sedang berdiri di persimpangan yang ganjil, di atas jalan provinsi yang relatif mulus, tetapi dengan fondasi kabupaten yang retak di banyak tempat. Data kemantapan jalan kabupaten/kota tahun 2025 membuka kenyataan yang tak lagi bisa disangkal, ketimpangan infrastruktur bukan sekadar ada, melainkan telah melebar menjadi jurang.

Rata-rata kemantapan jalan kabupaten/kota di Lampung hanya 49,85%. Artinya, lebih dari separuh jalan di tingkat paling dekat dengan masyarakat berada dalam kondisi tidak mantap. Ini bukan sekadar angka statistik; ini adalah potret sehari-hari petani yang kesulitan membawa hasil panen, anak sekolah yang terguncang di jalan berlubang, hingga ambulans yang terhambat waktu.

Data tahun 2025 sudah berbicara terangyakni rata-rata kemantapan jalan kabupaten/kota hanya 49,85%. Artinya, lebih dari separuh jaringan jalan di tingkat paling dekat dengan rakyat berada dalam kondisi tidak mantap. Ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang mobilitas yang tersendat, ekonomi yang melambat, dan akses dasar yang terhambat.

Kontrasnya mencolok. Jalan provinsi mencapai 79,79% kemantapan. Sebuah capaian yang patut diapresiasi.Di sinilah letak persoalan mendasarnya. Jalan kabupaten/kota memang bukan kewenangan pemerintah provinsi. Ia berada di tangan pemerintah kabupaten dan kota. Secara administratif, batas itu jelas.

Kota Melaju, Kabupaten Tertatih

Di Bandar Lampung, kemantapan jalan mencapai 96,42%—nyaris sempurna. Jalan-jalan utama mulus, aktivitas ekonomi mengalir, dan wajah kota tampak representatif.

Baca Juga :  Gubernur Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Fraksi

Namun gambaran itu runtuh ketika bergeser ke Metro yang hanya mencatat 71,11%. Bahkan di wilayah urban, kualitas infrastruktur belum sepenuhnya merata.

Dan ketika memasuki wilayah kabupaten, realitas berubah drastis.

Kabupaten: Wajah Ketimpangan yang Sesungguhnya

Sebagian besar kabupaten berada di bawah standar ideal:

Lampung Selatan: 54,96% — wilayah strategis, tapi setengah jalannya belum mantap
Lampung Barat: 59,05% — tertinggi di kabupaten, namun tetap belum ideal
Lampung Timur: 57,00% — akses produksi masih terkendala
Pesawaran: 55,28% — potensi wisata terhambat akses

Sementara itu, sejumlah daerah sudah masuk zona rawan:

Lampung Tengah: 46,10%
Lampung Utara: 46,67%
Pringsewu: 47,73%
Tanggamus: 44,16%
Pesisir Barat: 44,52%
Tulang Bawang Barat: 43,90%

Ini bukan lagi soal ketertinggalan biasa—ini adalah sinyal stagnasi.

Titik Krisis: Ketika Jalan Menjadi Hambatan Hidup

Beberapa kabupaten bahkan berada di ambang krisis konektivitas:

Way Kanan: 30,41%
Mesuji: 30,12%
Tulang Bawang: 20,28%

Di wilayah-wilayah ini, jalan bukan lagi sarana penghubung—melainkan penghambat utama kehidupan.

Masalah Struktural: Kewenangan Tanpa Kekuatan?

Perlu digarisbawahi: jalan kabupaten/kota adalah kewenangan pemerintah daerah, bukan provinsi. Maka ketimpangan ini mencerminkan:

Ketimpangan kapasitas fiskal antar daerah
Prioritas pembangunan yang belum berpihak pada kebutuhan dasar
Perencanaan yang belum berbasis realitas lapangan
Lemahnya pengawasan dan pemeliharaan

Baca Juga :  Gubernur Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni Harbour City

Pembangunan tidak bisa hanya berhenti di jalan provinsi. Sebab kehidupan masyarakat justru bergantung pada jalan-jalan kecil yang menghubungkan desa ke desa.

Dampak Nyata: Ekonomi Tersendat, Ketimpangan Membesar

Ketika jalan rusak:

Biaya logistik melonjak
Harga barang meningkat
Akses kesehatan dan pendidikan terganggu
Investasi menjauh
Desa semakin terisolasi

Ketimpangan jalan pada akhirnya adalah ketimpangan kesempatan hidup.

KEMANTAPAN JALAN KAB/KOTA LAMPUNG 2025

KOTA
Bandar Lampung ████████████████████████ 96,42%
Metro ████████████████░░░░░░░ 71,11%

MENENGAH
Lampung Barat ████████████████░░░░░░░ 59,05%
Lampung Timur ███████████████░░░░░░░░ 57,00%
Pesawaran ██████████████░░░░░░░░░ 55,28%
Lampung Selatan █████████████░░░░░░░░░░ 54,96%

BAWAH 50%
Pringsewu ███████████░░░░░░░░░░░░ 47,73%
Lampung Utara ███████████░░░░░░░░░░░░ 46,67%
Lampung Tengah ██████████░░░░░░░░░░░░░ 46,10%
Pesisir Barat █████████░░░░░░░░░░░░░░ 44,52%
Tanggamus █████████░░░░░░░░░░░░░░ 44,16%
Tubaba █████████░░░░░░░░░░░░░░ 43,90%

KRITIS
Way Kanan ██████░░░░░░░░░░░░░░░░░ 30,41%
Mesuji ██████░░░░░░░░░░░░░░░░░ 30,12%
Tulang Bawang ████░░░░░░░░░░░░░░░░░░░ 20,28%

RATA-RATA: ██████████░░░░░░░░░░░░░ 49,85%
PROVINSI: █████████████████░░░░░░ 79,79%

 

Ketimpangan ini bukan sekadar soal jalan,ini soal arah pembangunan. Ketika kota melaju dan kabupaten tertinggal, maka yang terjadi bukan kemajuan bersama, melainkan ketidakseimbangan yang kian dalam.

Jika tidak ada langkah korektif yang serius, Lampung berisiko memiliki dua wajah satu yang mulus dan bergerak cepat, dan satu lagi yang tertatih di jalan rusak menunggu perhatian yang tak kunjung datang.(*)

Berita Terkait

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda
Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM
Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa
Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar
Wagub Gelar Pertemuan dengan Wamen
Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:02 WIB

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:34 WIB

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:08 WIB

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar

Berita Terbaru

Pemerintah

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:34 WIB

Pemerintah

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:06 WIB