Wabah di Permukiman Suku Kuyi

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2020 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ya Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami dalam ketidakberdayaan ini.

KALIMAT di atas adalah doa Ertugrul di episode 6. Film yang cukup vulgar menguak perang akibat benturan agama.

Konflik berlatar doktrin ketuhanan yang berujung pada banjir darah. Terus diwarnai aksi, memupuk kebanggaan sekaligus, kebencian.

Konflik itu, bukan sekadar adu strategi dan adu kuat secara fisik para tentara Tuhan yang haus, kecanduan saling bunuh, juga ada beragam gambar metodologi saling memusnahkan lawan. Termasuk, menciptakan wabah. Penyakit sebagai senjata biologis yang menular dari hewan ke manusia. Antar-manusia dan sampai pada kematian-kematian paling dramatis.

Baca Juga :  Pendidikan Mempertegas Eksistensi Manusia

Film yang menarik, menggambarkan para pihak, ada yang jahat ada yang baik, sementara keyakinan antar-kubu, menyakini “Yang Ada”. Tuhan yang Maha Pengasih. Seolah paradoks. Ada penegakkan keadilan di sisi lain, ada pengkhianatan dan kebencian pada bilah yang lain.

Baca Juga :  Adu Kuat Pemilihan Ketua IJP : Pembina VS KSB

Pendekatan film ini sangat ambisius. Lihatlah ajaran Geovani ketika Tugrut masuk penjara bawah tanah di kastil Templar. “Jika kau merasa berputusasa, ingatlah Allah yang Maha Kuasa. Jika kau merasa lapar, ingatlah Allah yang Maha Memelihara.”

Dan akhirnya, pasca saur, sekarang kita ucapkan, selamat tinggal televisi. Internet, menjadi bagian dari menu penting selama berpuasa. Fungsi audio visual bahkan mengalahkan waktu tadarus.(*)

Ditulis Oleh : Endri Y

Berita Terkait

Aklamasi Musda dan Rakerda PFI 2025 Tetapkan Juniardi Sebagai Ketua PFI Lampung Untuk 2026-2029
Adu Kuat Pemilihan Ketua IJP : Pembina VS KSB
Wujudkan Pemilu Berkualitas dengan Penyelenggara Pemilu yang Berintegritas
Alasan Fundamental Memilih RMD
KPU Lantik 55 PPK Pemilu 2024 Pesisir Barat, Sandicha PPK termuda Berusia 22 Tahun
Menakar Integritas KPK Terkait Kasus Aom
#SaveBPS! Buruk Wajah Cermin Dibelah
DPT (C6) adalah Tiket?
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 November 2025 - 14:35 WIB

Aklamasi Musda dan Rakerda PFI 2025 Tetapkan Juniardi Sebagai Ketua PFI Lampung Untuk 2026-2029

Kamis, 24 April 2025 - 21:26 WIB

Adu Kuat Pemilihan Ketua IJP : Pembina VS KSB

Kamis, 19 September 2024 - 13:34 WIB

Wujudkan Pemilu Berkualitas dengan Penyelenggara Pemilu yang Berintegritas

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:29 WIB

Alasan Fundamental Memilih RMD

Rabu, 4 Januari 2023 - 14:23 WIB

KPU Lantik 55 PPK Pemilu 2024 Pesisir Barat, Sandicha PPK termuda Berusia 22 Tahun

Berita Terbaru

Pemerintah

Gercep Koperasi IJP Gandeng Gapoktan Lamtim

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:55 WIB

Pemerintah

Mirza Terus Geber Pembangunan Jalan, Fokus Ruas Kabupaten

Sabtu, 11 Apr 2026 - 05:55 WIB

Pemerintah

Pramuka Kwarda Lampung Siapakan Generasi Muda yang Adaptif

Minggu, 5 Apr 2026 - 10:11 WIB