rEposisi.com – Menjelang hari pencoblosan Pilkada 27 November mendatang, situasi politik Kota Bandarlampung mulai memanas. Mantan Wakil Wali Kota Bandarlampung, Kherlani menilai pembangunan Kota Bandarlampung sebagai wajah Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Eva Dwiana tidak memiliki roadmap yang baku alias serampangan.
Ia mencontohkan, pembangunan jembatan JPO dari Pemkot Ke Masjid Al Furqon. Menurutnya, pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran yang sangat besar tapi minim manfaat.
“Kita lihat pembangunan jembatan JPO dari Pemkot Ke Masjid Al Furqon, sudah menelan anggaran yang besar, tidak ada manfaat luas bagi masyarakat, taman dirusak,” ungkapnya saat acara ramah tamah dan silaturahmi Keluarga Lampung Sai bersama kolega dan Kader PAC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, di kediaman Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen (purn) Sjachroedin ZP, Pahoman.
Menurut dia, pembangunan jembatan JPO Ke Masjid Al-Furqon tidak perlu dilakukan, cukup melakukan pelebaran bahu jalan dari Jl Rasuna Said hingga Bank Waway.
“Cukup lakukan saja pelebaran di seputaran lokasi, dan dibuat tangga trap untuk Jemaah. Mungkin akan lebih gagah,” tuturnya.
Mantan Pjs Bupati Pesibar ini juga mengkritisi, pembangunan rumah di Kecamatan Sukadanaham.
“Misalnya, buat dulu jalannya baru diberikan izin dibangun perumahan. Jangan seperti seperti sekarang ini. Nampak tidak tertata dan kumuh,” tutupnya.
Untuk diketahui, Eva Dwiana maju kembali sebagi Walikota Bandarlampung berpasangan dengan Deddy Amrullah. Akan berhadapan dengan penantang baru Reihana-Aryodhia yang diusung PDIP.(win









