rEposisi.com – Banyak jalan menuju roma. Begitulah pepatah lama yang mungkin pas menggambarkan hasrat Rahmawati Herdian untuk lolos menuju senayan 2024 mendatang.
Untuk diketahui, Rahmawati Herdian adalah anak dari pasangan Walikota dan mantan Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana dan Herman HN.
Gambar- gambar Ketua Karang Taruna Bandar Lampung ini memang sudah banyak bertebaran disepanjang jalan utama hingga jalan pemukiman warga.
Pada gambar-gambar yang beredar sangat jelas tertulis bahwa politisi wajah baru ini akan maju Caleg Anggota DPR RI Dapil I Lampung dari Partai NasDem. Dan nampak juga tertulis dibagian bawah dengan kalimat “Anak Kandung Herman HN”.
Oknum lurah yang diduga memasang stiker Rahmawati Herdian adalah Lurah Beringin Raya, Kecamatan Kemiling dengan inisial MNA.
Foto-foto pemasangan stiker yang diduga dilakukan oleh onum lurah tersebut menjadi viral didunia maya. Bahkan, tak sedikir warga mengecam apa yang dilakukan oleh onum lurah tersebut.
Salah satu warga yang rumahnya dipasang stiker Rahmati oleh onum lurah tersebut mempertanyak kapasitas oknum lurah tersebut. Apa lagi diketahui oknum lurah tersebut statusnya adalah ASN.
“Iya, saya liat langsung itu pak lurah MN itu memasang stiker calon yang tidak lain adalah anak dari walikota Bandar Lampung, makanya itu saya foto sebagai bukti, kalau ASN ini tidak netral,” ujar sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebut.
“Kami sangat sayangkan sikap pak Lurah ini yang berani langsung memasang stiker calon di rumah warga. Ketidaknetralan ASN berdampak pada terjadinya diskriminasi layanan, munculnya kesenjangan dalam lingkup ASN, adanya konflik atau benturan kepentingan, dan ASN menjadi tidak profesional,” tambahnya lagi.
Sementara itu, saat dimonfirmasi oleh Salah satu media online, oknum lurah tersebut nampak, nampak santai dan berdalih karena stiker yang ditempel tidak ada tulisan “caleg”. Sehingga menurut dia tidak masalah.
“Mana ada tulisan calon, coba lihat, kalau bukan calon bukan urusan kamu, kalau dia sudah terdaftar di partai kamu sudah lihat apa, bukan kalau belum, itu bukan urusan kamu, sudah ya,” dalihnya. (*)









