rEposisi.com – Emak-emak Kelurahan Bakung Kota Bandar Lampung mendeklarasikan diri mendukung penuh Gus Muhaimin sebagai calon Presiden 2024 mendatang. Emak-emak ini tergabung dalam Relawan Lebah Madu Bandar Lampung, yang mana emak-emak tersebut pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pada agenda pertemuan bulanan Relawan Lebah Madu Bandar Lampung, di sela-sela pertemuan sejumlah emak-emak menyatakan dukungan kepada Gus Muhaimin sebagai Presiden 2024.
Deklarasi kelompok sukarelawan yang dipimpin oleh Janawati ini dilakukan pada Hari Kamis, 6 Juli 2023, di Kelurahan Bakung Kec. Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.
Mereka mendoakan Gus Muhaimin dapat terpilih memimpin Indonesia ke depan dan membawa kemajuan luar biasa bagi bangsa Indonesia. Menurut Janawati, deklarasi juga dilakukan untuk membangun solidaritas sukarelawan dan loyalis Gus Muhaimin, membangun militansi melalui gerakan emak-emak, menuju Indonesia yang lebih baik.
“Gus Muhaimin selama ini selalu berperan aktif dan peduli terhadap kegiatan UMKM dan sosial ibu-ibu, sangat memperhatikan kondisi sosial masyarakat miskin,” ucapnya.
Janawati juga menyerukan agar perempuan juga diberi ruang hak-hak sosial politik. Penguatan peran aktif organisasi perempuan dalam sosial dan politik di tengah masyarakat juga harus didukung peningkatan keahlian digital yang akan mendorong perempuan menjadi lebih berdaya, demi kemajuan Indonesia.
Sementara itu, Supriyadi selaku Koordinator Kecamatan TBB Relawan Lebah Madu Bandar Lampung, yang akrab dipanggil Akang Yadi, secara terpisah menilai kelompok perempuan penting memanfaatkan sebaik-baiknya ruang ekonomi digital. Hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi ekonomi perempuan dalam pembangunan nasional.
“Relawan Lebah Madu Bandar Lampung ini harus menjadi bagi kelompok perempuan lebih berdaya dan sejahtera dengan memanfaatkan ruang ekonomi digital sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Akang Yadi menilai, kecakapan digital masih menjadi persoalan utama kelompok ekonomi perempuan. Hal tersebut membuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan banyak yang tidak bisa bertahan saat pandemi Covid-19. Padahal, sekitar 65% UMKM di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh kelompok perempuan. pungkasnya. (Rif)









