Pj Gubernur Cek Lokasi Rawan Banjir Di Balam

- Jurnalis

Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Pj Gubernur Lampung, Samsudin, memang sering membuat “kejutan”. Seperti yang terjadi Rabu (23/10/2024). Sejak pukul 07.00 WIB, ia melakukan peninjauan lapangan di Kota Bandar Lampung dengan bersepeda.

Memulai kayuhan pedal dari kantor BMBK di kawasan Rajabasa, Samsudin didampingi Pjs Walikota Bandar Lampung yang juga Kadis PSDA Lampung, Budhi Darmawan, Kadis BMBK, Taufik, Kepala Dinas Kominfotiksan, Achmad Syaifullah, Kepala Satuan Pol PP, Zulkarnain, Kepala Biro Adpim, Yudi Hermanto, dan beberapa pejabat lainnya, menuju Gg. H. Ismail Blok B dan C, Jln. Nunyai, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa.

Apa tujuannya? Tidak lain untuk melihat langsung kondisi sungai yang ada di kawasan tersebut. Yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.

Cukup lama Samsudin melihat langsung kondisi sungai di Gg. Ismail, Jln. Nunyai, ini. Ia tampak terlibat pembicaraan serius dengan Pjs Walikota, Budhi Darmawan.

Seusai melihat kondisi di lapangan dan memberikan beberapa arahan, Pj Gubernur Samsudin kembali mengontel sepedanya. Rombongan pejabat yang mendampingi pun mengikutinya. Hingga sampai di Jln. Laksamana RE Martadinata, Kecamatan Teluk Betung Timur.

Rombongan pejabat pemprov bersepeda itu berhenti di jembatan perbatasan antara Kelurahan Sukamaju dan Keteguhan. Pj Gubernur Samsudin langsung mendekat ke arah sungai. Melihat sendiri bagaimana kondisinya. Dan kembali terjadi perdialogan serta pemberian arahan, baik kepada Pjs Walikota Bandar Lampung, Budhi Darmawan, maupun pejabat teknis lainnya.

Baca Juga :  Rapat Pembahasan Batas Pengelolaan SDA Dengan DKI Jakarta

Lalu apa hasil “temuan” di lapangan pada dua lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir itu? Samsudin menjelaskan, di lokasi pertama yaitu di Nunyai, Rajabasa, persoalan pada aliran sungainya. Dimana ada cekungan atau belokan, yang harus segera dicarikan solusi untuk kelancaran arus airnya, sehingga ketika debit air tinggi dan besar, harus ada penampungan. Selain itu, adanya masyarakat yang mendirikan bangunan dengan posisi di atas aliran sungai.

“Saya sudah menyampaikan ke Pjs Walikota Bandar Lampung supaya diberikan peringatan masyarakat yang mendirikan bangunan di atas aliran sungan tersebut, serta diberikan jalan keluarnya,” ucapnya.

“Kedua, di sungai disana juga ada cekungan atau belokan yang harus diberikan kelancaran air sehingga ketika debit air tinggi dan besar maka harus ada penampungan,” lanjutnya.

Pjs Walikota, Budhi Darmawan, langsung tanggap. Dikatakan, Pemkot Bandar Lampung dan Balai Besar Way Sekampung akan membebaskan satu bagian tanah untuk dibuatkan embung, agar ada penampungan sehingga aliran air berjalan dengan lancar dan embung bisa menjadi tempat pemancingan atau wisata masyarakat.

Terus apa temuan Pj Gubernur, Samsudin, di Sungai Way Sukamaju, Keteguhan, Teluk Betung Timur yang selama ini menampung air kiriman dari Pesawaran? “Persoalan disini sedimennya memang dangkal. Dalam waktu 15 hari kedepan, sedimennya akan diangkat semua, agar sungai ini benar-benar bebas dari sedimen,” katanya seraya menambahkan, bronjong yang jebol juga akan diperbaiki dan nantinya tiga meter dari bibir sungai, harus diberi jalan inspeksi.

Baca Juga :  Arinal Paparkan Strategi Ketahanan Pangan

“Kita minta Bandar Lampung buat sungai yang ada jalan inpeksinya, jadi seperti jalan beton ini bisa dipakai untuk jembatan dan ini bisa juga dipakai untuk lalulintas masyarakat, sehingga sungai nanti sudah tidak lagi kotor dan kumuh. Tapi menjadi aktivitas masyarakat, selain sebagai tempat inpeksi untuk mengontrol jika terjadi apa-apa,” urainya.

Kepala BBWS, Roy Pardede, yang mengikuti kegiatan lapangan bersepeda itu, menambahkan, saat ini memang penanganan Sungai Way Sukamaju baru dilakukan pengerukan sedimen saja.

“Kita angkat sedimen untuk memperlancar aliran air ini. Kegiatan harus rutin dilakukan dan tanahnya juga diperlukan oleh pemerintah kota,” jelasnya.

Sementara soal perbaikan bronjong, Roy Pardede mengakui, saat ini belum dilakukan. Karena pihaknya masih mengutamakan untuk mengangkat sedimen.

“Untuk bronjong, sedang kita hitung kebutuhan anggarannya. Ketika nanti memungkinkan, akan kita lakukan dengan menggunakan bronjong dari kami dan batu yang ada, tinggal kita manfaatkan lagi. Kekurangannya nanti kita tambah,” kata dia. (*)

Berita Terkait

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda
Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM
Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa
Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar
Wagub Gelar Pertemuan dengan Wamen
Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:02 WIB

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:34 WIB

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:08 WIB

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:05 WIB

Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa

Berita Terbaru

Pemerintah

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:34 WIB

Pemerintah

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:06 WIB

Pemerintah

Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:05 WIB