Keragaman Budaya Warnai Lampung Fest 2025, Komunitas Kuda Lumping Tampil Meriah dari Siang hingga Malam

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Lampung Fest 2025 menjadi ruang besar bagi ekspresi budaya lintas daerah yang hidup dan berkembang di Bumi Ruwa Jurai.

Salah satu penampilan yang cukup menyedot perhatian pengunjung adalah atraksi kuda lumping atau jaranan, yang dibawakan oleh belasan komunitas dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.

Pertunjukan kuda lumping tahun ini ditampilkan sepanjang hari, mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Pengunjung dapat menyaksikan ragam gaya dan kekuatan tradisi dari komunitas-komunitas kuda lumping yang hadir secara bergantian di panggung budaya.

Sesi siang menghadirkan Satrio Putro Legowo Natar (Lampung Selatan), Turonggo Tri Budoyo Tanjungsari (Lampung Selatan), Condro Dewi Kalianda (Lampung Selatan), Putra Jaya (Bandar Lampung), TCM Waway Karya (Lampung Timur), Langgeng Budoyo KS02 Bandar Jaya (Lampung Tengah), serta Rampak Bebas/Bekes Bareng.

Malam harinya giliran Turonggo Budoyo (Tulang Bawang Barat), Atmojo Budoyo (Pringsewu), Turonggo Wahyu Budoyo (Tulang Bawang Barat), dan Turonggo Tunas Mudo (Lampung Timur) menghidupkan suasana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menilai bahwa penampilan ini menjadi cermin kuatnya keragaman budaya di provinsi ini.

Baca Juga :  Riana Sari Dilantik Jadi Ketua PPTI

“Orang Lampung asal Jawa Timur telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan di Tanah Lado. Selain menjaga tradisi, mereka ikut menghidupkan ruang-ruang kebudayaan di Lampung,” ujar Bobby.

Ia mengutip pesan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang berulang kali menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan provinsi ini.

“Gubernur Mirza selalu mengatakan bahwa Lampung yang dihuni oleh berbagai etnis adalah bukti nyata bagaimana keberagaman justru melahirkan harmoni,” kata Bobby.

“Semua sudah menganggap Lampung sebagai rumah sendiri. Itu kekuatan besar yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

Sepanjang pertunjukan, tiap komunitas menghadirkan atraksi terbaik, dari gerak tari sampai pola formasi. Tidak ketinggalan adegan trance, unsur khas yang menjadi ciri khas kesenian rakyat Jawa Timur ini.

Banyak penonton berhenti sejenak untuk menikmati penampilan yang menggunakan kuda anyaman bambu ini, bahkan ada yang mengikuti penampilan satu kelompok sampai selesai.

Menurut Bobby, padatnya pengunjung di area medium stage menunjukkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Baca Juga :  Tenaga Non-ASN Pemprov Lampung Terima SK Perpanjangan Tenaga Kontrak

“Yang membuat acara ini istimewa, komunitas-komunitas tersebut tampil sambil berlomba dengan penuh kegembiraan. Semangat mereka menular ke penonton. Ada energi kebersamaan yang sangat terasa,” tambahnya.

Kemeriahan ini dinikmati oleh warga sekitar Bandar Lampung, dan juga penonton dari berbagai daerah.

Sulastri (65), warga Karanganyar, Lampung Selatan, hadir bersama anak, menantu, dan cucunya.

“Kebetulan sekali datang pas jadwal kuda lumping. Sudah lama tidak lihat penampilan seperti ini. Sudah lama tidak pulang ke Jawa Timur, Lampung sudah jadi rumah sendiri,” tutur Sulastri.

Sementara itu, Johan (32), wisatawan asal Palembang, mengaku sengaja mampir ke Lampung Fest 2025 sebelum kembali melalui jalan tol.

“Saya cuma sempat nonton sekitar 15 menit, tapi puas sekali. Energinya luar biasa. Ternyata di Lampung banyak komunitas kuda lumping,” ujarnya.

“Liburan dua hari di Lampung berasa lengkap. Dapat alamnya, dapat kulinernya, dan dapat keragaman budayanya,” tambahnya.

Lampung Fest akan terus berlangsung hingga 25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, dengan rangkaian atraksi budaya setiap hari.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Raih Predikat Kualitas Tertinggi Pelayanan Publik Ombudsman RI
Tabligh Akbar “Perjalanan Menuju Hidayah” Digelar di Bandar Lampung, Hadirkan Dua Pendakwah Inspiratif
Program Desaku Maju Bawa Lampung Sabet Predikat Terbaik PPD Nasional 2025
Semen Baturaja Borong Tiga Penghargaan ICSA 2025, Perkuat Fondasi Transformasi Keberlanjutan Perusahaan
Gubernur Lampung Serahkan Penghargaan kepada Marindo di Momen HUT KORPRI
IJP Lampung Kunjungi Pikiran Rakyat: Belajar Strategi Bertahan Media Cetak di Era Digital
Marindo Raih Penghargaan Sekda Terbaik di Indonesia Kategori Vision
Gubernur Hadiri Upacara Hari Lahir Pasar Tradisional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Lampung Raih Predikat Kualitas Tertinggi Pelayanan Publik Ombudsman RI

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:08 WIB

Tabligh Akbar “Perjalanan Menuju Hidayah” Digelar di Bandar Lampung, Hadirkan Dua Pendakwah Inspiratif

Senin, 15 Desember 2025 - 19:35 WIB

Program Desaku Maju Bawa Lampung Sabet Predikat Terbaik PPD Nasional 2025

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:19 WIB

Semen Baturaja Borong Tiga Penghargaan ICSA 2025, Perkuat Fondasi Transformasi Keberlanjutan Perusahaan

Senin, 1 Desember 2025 - 21:01 WIB

Gubernur Lampung Serahkan Penghargaan kepada Marindo di Momen HUT KORPRI

Berita Terbaru

Suara rEposisi

Buku, Hukum, dan Keteladanan Seorang Pendidik

Kamis, 8 Jan 2026 - 18:26 WIB