Fraksi Gerinda Setuju Langkah Pemprov Soal Singkong

- Jurnalis

Kamis, 25 Maret 2021 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam memperjuangkan agar harga ubi kayu alias singkong untuk tidak merugikan petani, dinilai tepat oleh Ketua Fraksi Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pasalnya, dari hasil Rakor antara pihak Pemprov Lampung dan para pengusaha, menyepakati harga pembelian ubi kayu dari petani di Provinsi Lampung minimal sebesar Rp 900,-/Kg dan rafaksi maksimal 15% di 15 Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung.

Mirza mengatakan, langkah yang diambil oleh Gubernur Arinal sudah tepat. Menurutnya, hasil kesepakatan yang ditetapkan oleh Pemprov Lampung mengenai harga pembelian singkong sebesar Rp900,- perkilo dengan potongan 15% harus dipatuhi oleh pihak pengusaha.

“Jadi langkah yang diambil Pak Gubernur sudah tepat. Saya juga minta para pengusaha Tapioka harus mematuhi hasil kesepakatan tersebut,” ucap Mirza, Rabu (24/03) kemarin.

Baca Juga :  Joko Santoso Terapkan Pancasila Dikehiduoan Sehari-har

Mirza juga meminta kabar baik ini harus gencar disosialisasikan. Sehingga informasi yang diharapkan menjadi win-win solution bagi para petani singkong ini dapat menjadikan petani semakin giat dalam menjalankan usahanya.

“Harus disosialisasikan kepada para petani singkong di 15 Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung. Jadi mereka tahu bahwa saat ini harga pembelian singkong mulai berpihak kepada para petani,” kata dia.

Mirza menghimbau agar Bupati dan Wali Kota di 15 Kabupaten/Kota segera menindaklanjuti hasil dari kesepakatan yang ditetapkan oleh Pemprov Lampung. Selain itu, pihaknya juga meminta perbaikan tata niaga di Provinsi Lampung agar ogopoli terhadap harga singokong dan hasil bumi lainnya dapat berjalan sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Baca Juga :  Warga Lampura dan Way kanan Mengeluh soal Jalan, Pupuk, dan MBG dihadapan Yozi Rizal

“Fraksi Gerindra Lampung menilai saat ini sistem tata niaga di Provinsi Lampung ini harus segera diperbaiki, jadi kita benar-benar minta tata kelola dibenahi lagi. Sehingga, jangan sampai saat musim panen tiba para petani yang menjadi korban, contohnya saja banyak petani singkong ini menjerit karena harga pembelian dan potongan yang dinilai merugikan para petani. Nah persoalan ini yang harus kita cari jalan keluarnya, agar persoalan ini tidak terjadi lagi dan berlarut-larut,” tutup Mirza.(rif)

Berita Terkait

Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Keuangan Daerah
Dewan Sepakat Kota Baru Dilanjutkan
Syukron Ajak Karang Taruna Bangun Pringsewu
Syukron Ingatkan Pentingnya Pondasi Keluarga
Imelda Gelar Sosper di Karya Penggawa
Andika Wibawa Ajak Masyarakat Susunan Baru Perangi Narkoba
8 Desa di Jati Agung Gabung Bandarlampung, ini Kata Reza Berawi
Budiman Dorong Edukasi Selamatkan Kaum Muda dari Narkoba
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:54 WIB

Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Keuangan Daerah

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:18 WIB

Dewan Sepakat Kota Baru Dilanjutkan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:15 WIB

Syukron Ajak Karang Taruna Bangun Pringsewu

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:13 WIB

Syukron Ingatkan Pentingnya Pondasi Keluarga

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:09 WIB

Imelda Gelar Sosper di Karya Penggawa

Berita Terbaru

Pemerintah

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:34 WIB

Pemerintah

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:06 WIB

Pemerintah

Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:05 WIB