Pengamat Buka-buka Soal Bank Lampung, Dirut Layak Dicopot?

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com- Bank Lampung saat ini sedang menjadi soroton atas buruknya kinerja bank plat merah ini. Buruknya kinerja Bank Lampung dipertegas dengan adanya laporan pansus DPRD yang disampaikan dalam rapat paripurna LKPJ kepala daerah 2025 beberapa hari yang lalu.

Dalam laporan Pansus DPRD itu, mengungkap bahwa ada dua kabupaten di Lampung yakni Pesisir Barat dan Lampung Utara yang tidak menggunakan Bank Lampung dalam urusan perbankannya. Selain itu, banyak ASN di Lampung juga beralih dari Bank Lampung.

Atas fenomena menarik ini, Redaksi rEposisi.com mencoba mewawancarai khusus Pakar Pengamat Pelayanan Publik asal Unila, Dedy Hermawan, Kamis (8/5).
Begini kutipan wawancaranya..

rEposisi.com :Assalamu’alaikum, apa kabar bang?

Dedy: Wa’alaikumussalam, alhamdulillah sehat. Gimana adinda kabarnya? Apa yang perlu kita obrolkan?

rEposisi.com : Alhamdulillah sehat juga bang. Soal Bank Lampung, akhir-akhir ini Bank Lampung menjadi bahasan bahkan disorot Pansus DPRD Lampung soal kinerjanya yang dianggap sangat buruk. Dampak misalnya, ada dua kabupaten di Lampung (Pesibar dan Lampura) tidak lagi menggunkan Bank Lampung dalam transaksi perbankannya. Bagaimana, analisa abang?

Baca Juga :  Pemprov Lampung Alokasikan Rp 750 Miliar pada APBD 2023 Untuk Perbaiki Jalan

Dedy: Laporan Pansus DPRD Lampung terkait Bank Lampung, khususnya ada info dua kabupaten yang tidak lagi menggunakan jasa Bank Lampung dalam transaksi keuangan dan banyak PNS yang juga tidak lagi menjadi nasabah, ini menjadi warning bagi manajemen Bank Lampung agar membenahi hal tersebut..

rEposisi.com : Bisa dijelaskan secara detail bang,warning bagi manajemen Bank Lampung, maksudnya seperti apa?

Dedy: Apa yang dilaporkan Pansus DPRD tersebut bisa jadi menjadi gejala atau ada masalah kepercayaan para nasabah terhadap manajemen Bank Lampung. Bank yang sehat adalah Bank yang mampu menjaga, memelihara serta meningkatkan kepercayaan konsumen atau nasabah Bank Lampung. Bank Lampung akhir-akhir ini terus menjadi sorotan kinerja yang semakin menurun. Oleh karena itu, laporan Pansus DPRD itu menjadi bahan koreksi secara mendalam.

rEposisi.com : Artinya, informasi yang dilaporkan Pansus DPRD, menjadi cela bagi intropeksi Bank Lampung?

Dedy : Informasi ini sebenarnya menjadi jalan bagi manajemen untuk memeriksa lebih detail, apa yang menjadi latar belakang mundurnya para nasabah. Aspek-aspek apa dalam pelayanan kepada nasabah yang selama ini berkontribusi terhadap hal tersebut. Selain itu, bisa jadi ada faktor eksternal yang juga menjadi penyebabnya.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Pengukuhan PWRI Se Lampung

rEposisi.com : Apakah ada dampak bagi perekonomian Lampung, jika banyak nasabah beralih ke bank lain dari Bank Lampung?

Dedy: Kerugiannya bagi pendapatan bagi keuangan Pemprov Lampung, akan menurunkan kontribusi BUMD Bank Lampung ke PAD.

rEposisi.com : Apa solusinya? Bank Lampung kan bank plat merah?

Dedy : Ya dipanggil jajaran manajemen Bank Lampung untuk memberikan instruksi agar melakukan pembenahan kinerja sehingga tidak ada lagi fenomena nasabah yang keluar dari Bank Lampung.

rEposisi.com : Mergernya Bank Lampung ke Bank Jatim, karena tidak mencukupi target modal minimum sebesar Rp 3 T dari POJKPOJK, apakah ini dampak dari buruknya kinerja Bank Lampung juga?

Dedy :Ya betul. Merger diakibatkan kegagalan kinerja menjadi bank yang sehat.

rEposisi.com : Siapa yang bertanggungjawab atas kondisi Bank Lampung saat ini?

Dedy : Yang utama direktur utamanya. Sebaiknya di evaluasi dulu secara komprehensif.

Bersambung… (win)

Berita Terkait

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda
Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM
Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa
Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar
Wagub Gelar Pertemuan dengan Wamen
Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:02 WIB

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:34 WIB

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:08 WIB

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:05 WIB

Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa

Berita Terbaru

Pemerintah

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:34 WIB

Pemerintah

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:06 WIB

Pemerintah

Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:05 WIB