Nah, Dewan Ngaku Kecolongan Soal Kenaikan Tunjangan PNS

- Jurnalis

Senin, 22 Februari 2021 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Gubrak. Anggota DPRD Lampung benar-benar kecolongan. Disaat mereka lagi sibuk melakukan reses dan sosper (sosialisasi peraturan daerah), tiba-tiba Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengeluarkan kebijakan Kenaikan Tambahan Penghasilan PNS (TPP)Pemerintahan Provinsi Lampung 2021.

Kebijakan TPP Pemprov ini pun menuai polemik dan dianggap melukai perasaan masyarakat yang ekonominya sedang susah akibat pandemi Covid-19.

Bahkan Pemerhati Pembangunan Lampung, Nizwar Affandi angkat bicara atas kebijakan tersebut.

Dia menilai, kebijakan TPP ini kurang bijak dan tak bertenggang rasa. Menurut dia, PNS adalah segmen pekerja yang pendapatannya relatif paling minim terkena dampak pandemi.

“Apalagi PAD (pendapatan asli daerah) Pemprov sedang turun,” kata dia.

Sementara, Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay mengatakan, tidak ada pembicaraan ditingkat legislatif terhadap TPP ini.

Baca Juga :  Pemprov Siapkan Pelantikan PJ Tiga Daerah

“Tolong konfirmasi ke Sekda. Ya (Dewan tidak dianggap bicara),” kata Mingrum, Senin (22/2).

Senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Lampung, Fauzan Sibron. Fraksi Partai NasDem ini mengaku akan melakukan kroscek atas informasi yang berkembang.

“Lagi dicek,” singkat Fauzan.

Sebelumnya, beredar informasi besaran TPP PNS Pemprov Lampung untuk Sekretariat Daerah yakni :

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) sebesar Rp. 75.000.000, Asisten sebesar Rp. 38.000.000, Staf Ahli Gubernur sebesar Rp. 22.500.000, Kepala Biro sebesar Rp. 22.000.000, Administrator (Eselon III) seperti Kepala Bagian atau Kepala Bidang sebesar Rp. 16.700.000 sampai Rp. 18.200.000 dan Pengawas (Eselon IV) seperti Kasubbag, Kasubbid dan Kepala Seksi sebesar Rp. 12.700.000.

Baca Juga :  Nunik Lepas Jamaah Haji Lampung

Selanjutnya, Inspektur sebesar Rp. 40.000.000, Irban sebesar Rp. 18.100.000, dan Pengawas (Eselon IV) sebesar Rp. 12.600.000.

Kemudian untuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung yakni Kaban sebesar Rp. 35.000.000, Administrator (Eselon III) sebesar Rp. 16.500.000 sampai Rp. 18.000.000 dan Pengawas (Eselon IV) sebesar Rp. 12.500.000.

Selain itu, Bappeda dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yakni Jabatan Tinggi Pratama (Eselon II) sebesar Rp. 32.500.000, Eselon III sebesar Rp. 13.000.000 sampai 17.000.000 dan Eselon IV sebesar Rp. 11.000.000. Dan Sekretariat DPRD, PTSP, BKD, dan Badan Pengubung yakni Eselon II sebesar Rp. 28.000.000, eselon III sebesar Rp. 11.000.000 sampai Rp. 14.000.000 dan eselon IV sebesar Rp. 7.500.000.(win)

Berita Terkait

Mirza Terus Geber Pembangunan Jalan, Fokus Ruas Kabupaten
Pramuka Kwarda Lampung Siapakan Generasi Muda yang Adaptif
Lebih Dari Separuh Jalan Kabupaten di Lampung Kurang Mantap
Pemprov Dorong Peningkatan PAD
Pemprov Gelar Bersih-bersih Tepi Pantai
Pemprov Jalin Kerjasama dengan PT Damai Fajar Sentosa
Sekda Lakukan Groundbreaking Program Hilirisasi Ayam
Gubernur Berharap Ika Unpad Bantu Tingkatkan SDM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 05:55 WIB

Mirza Terus Geber Pembangunan Jalan, Fokus Ruas Kabupaten

Minggu, 5 April 2026 - 10:11 WIB

Pramuka Kwarda Lampung Siapakan Generasi Muda yang Adaptif

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:30 WIB

Lebih Dari Separuh Jalan Kabupaten di Lampung Kurang Mantap

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:08 WIB

Pemprov Gelar Bersih-bersih Tepi Pantai

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pemprov Jalin Kerjasama dengan PT Damai Fajar Sentosa

Berita Terbaru

Pemerintah

Mirza Terus Geber Pembangunan Jalan, Fokus Ruas Kabupaten

Sabtu, 11 Apr 2026 - 05:55 WIB

Pemerintah

Pramuka Kwarda Lampung Siapakan Generasi Muda yang Adaptif

Minggu, 5 Apr 2026 - 10:11 WIB

Pemerintah

Lebih Dari Separuh Jalan Kabupaten di Lampung Kurang Mantap

Minggu, 29 Mar 2026 - 09:30 WIB