Lampung Fest 2025 Hadir November, Tanpa APBD Andalkan Kolaborasi Komunitas

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com – Lampung Fest akan hadir pada 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Hadir dengan format berbeda, festival ini jadi panggung kolaborasi masyarakat, komunitas kreatif, dan dunia usaha untuk menggerakkan pariwisata Lampung.

Festival ini bukan hanya menjadi ajang seni dan budaya, melainkan juga tonggak awal penerapan program Lampung Boemi Event yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Lampung Kreatif (FOLK).

Menariknya, penyelenggaraan festival ini tidak menggunakan dana APBD sama sekali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan Lampung Fest lahir sebagai strategi menjawab tantangan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Salah satu cara mengundang pergerakan wisatawan adalah dengan mengadakan event. Selain itu, kami ingin meningkatkan spent money, atau uang yang dibelanjakan wisatawan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Melalui Lampung Fest 2025, kata Bobby, seluruh unsur akan dilibatkan, mulai dari pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, asosiasi, komunitas, UMKM, BUMN, akademisi, hingga media.

“Semua bersinergi untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Lampung. Festival ini sekaligus menjadi festival pertama yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal,” tambahnya.

Target Ambisius

Festival yang akan digelar selama lima belas hari ini menargetkan 200 ribu pengunjung.

Baca Juga :  ASN Pemprov Diharapkan Jadi Pelopor Perlindungan Anak

“Kami berharap sektor kuliner dan musik menjadi yang paling tumbuh dari festival ini, karena dua sektor itu paling dekat dengan masyarakat,” jelas Bobby.

Tanpa APBD, Mengandalkan Kolaborasi

Bobby menegaskan Lampung Festival 2025 sama sekali tidak menggunakan APBD. Pola pembiayaan diambil dari sponsor swasta, skema bagi hasil dengan UMKM, hingga tiket konser musik.

“Idealnya memang seperti ini. Pariwisata bisa bergerak tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah,” katanya.

Ia juga menekankan, peran FOLK tidak sekadar teknis, melainkan ikut diberi ruang untuk berkreasi.

“Konsep besar dan tema tetap dari pemerintah provinsi, tetapi komunitas diberi kebebasan berinovasi. Semangat kolaborasi ini yang kami jadikan ciri khas festival,” tegasnya.

Komunitas Ambil Alih Peran

Ketua FOLK, Riqwan Sahari, menegaskan komunitas hadir untuk menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengambil peran nyata dalam pembangunan pariwisata.

“Kami tidak menunggu anggaran pemerintah. Banyak daerah lain seperti Jember, Banyuwangi, Dieng, atau Solo sudah berhasil membuat festival besar tanpa bergantung APBD. Lampung juga bisa,” kata Riqwan.

FOLK sendiri lahir dari kumpulan anak muda yang aktif menggelar event kuliner dan musik. Anggotanya beragam, mulai dari penggiat media sosial, pelaku event, pekerja kreatif, hingga komunitas UMKM.

“Dalam Lampung Festival ini, hampir semua hal dilakukan bersama-sama oleh anggota FOLK. Mulai dari kurasi acara, promosi, pencarian sponsor, sampai pengelolaan stand,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Ikuti Rapat Evaluasi SAKIP dan RB

Menurut Riqwan, indikator keberhasilan festival ini bukan hanya jumlah pengunjung, melainkan juga keterlibatan komunitas serta besaran transaksi ekonomi.

“Kami ingin festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Harapannya, manfaat bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya UMKM kuliner yang selalu mendapat tempat di acara kami,” jelasnya.

Riqwan menambahkan, festival ini tidak akan menarik biaya tiket masuk bagi pengunjung.

“Tidak ada biaya tiket masuk di Lampung Fest ini. Kami hanya berlakukan tiket untuk acara konser musik saja,” terang Riqwan.

Harapan dan Visi

Bagi FOLK, Lampung Festival 2025 bukan sekadar pesta rakyat, tetapi pembuktian bahwa masyarakat mampu menggelar acara besar dengan daya dukung sendiri.

“Kami ingin diakui bahwa komunitas juga bisa mengadakan acara yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Jika Lampung Fest ini sukses, kami siap terlibat lagi di event-event lain,” kata Ale.

Penyelenggaraan Lampung Festival 2025 dipandang sebagai momentum penting bagi Lampung untuk menata pariwisata berbasis kolaborasi.

“Festival ini diharapkan bukan hanya pesta budaya, melainkan model baru pariwisata Lampung yang bertumpu pada kolaborasi masyarakat,” pungkas Riqwan.(*)

Berita Terkait

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda
Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM
Sekdaprov Tegaskan Komitmen Pengelolaan Birokrasi Hingga Desa
Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar
Wagub Gelar Pertemuan dengan Wamen
Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:02 WIB

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:34 WIB

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:08 WIB

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar

Berita Terbaru

Pemerintah

Orado Lampung Matangkan Persiapan Menuju PON 2032

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:34 WIB

Pemerintah

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global bagi Generasi Muda

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah

Gubernur Dukung Penuh Pembentukan Desa Sadar HAM

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:06 WIB