Arinal: Bangga Ada Menteri Dari Lampung

- Jurnalis

Selasa, 12 Juli 2022 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rEposisi.com- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan dalam rangka kegiatan Dialog Bersama Gubernur Lampung dan Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (12/07/2022).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Arinal menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Perdagangan RI, H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., dan terimakasih karena selalu mendukung dalam memajukan daerah Provinsi Lampung.

“Kunjungan kerja hari ini merupakan momentum bagi kita untuk mempererat rasa persaudaraan. Hari ini, merupakan suatu kehormatan bagi Provinsi Lampung atas kehadiran Bapak Menteri Perdagangan RI, yang juga merupakan Putera Daerah kebanggaan Lampung, dan tentunya juga Bapak Ibu para tamu undangan, akan menjadi kekuatan dan motivasi bagi kita semua untuk bisa saling bekerjasama dalam membangun Provinsi Lampung tercinta ini,” ucap Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa sejak beberapa waktu yang lalu Pemerintah Provinsi Lampung telah bekerja keras dengan terus berupaya menjaga kestabilan harga dan stok bahan baku di Provinsi Lampung, terutama dalam menjamin kesediaan stok Minyak Goreng dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan penguatan pasar dalam negeri melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. “Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah memberikan berbagai stimulus baik dari segi kebijakan maupun dukungan anggaran, sebagai upaya pemberdayaan UKM daerah yang unggul, sehingga bisa mengurangi penggunaan produk impor,” tegas Gubernur.

Baca Juga :  Kongres IAI XXI Se-Indonesia, Gubernur Berharap Apoteker Terus Tingkatkan Pelayanan dan Jalin Kerjasama Antar Tenaga Kesehatan

Gubernur juga menyampaikan beberapa isu strategis yang dihadapi oleh Provinsi Lampung, diantaranya produk ekspor Lampung yang masih didominasi oleh bahan mentah sehingga masih rendah dari segi peningkatan nilai tambah, kemudian belum adanya perjanjian bilateral dengan China dan Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan utama ekspor Provinsi Lampung.

Selain itu, juga terdapat beberapa isu strategis terkait Implementasi Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR), yaitu belum optimalnya pelaksanaan aturan pembatasan penjualan MGC kepada konsumen sebanyak 10 Kg per hari, yang menyebabkan harga tidak sesuai HET yang ditentukan, kemudian terdapat kendala di tingkat pengecer terkait penginputan Nomor Induk Kependudukan (NIK) konsumen ke aplikasi SIMIRAH, sehingga memperlambat distribusi minyak goreng curah tersebut.

Dengan disampaikannya isu-isu strategis tersebut, Gubernur berharap agar dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Pusat terutama Kementerian Perdagangan dalam mengambil kebijakan kedepan.

Baca Juga :  Sekdaprov Lampung Menghadiri Peringatan HUT ke -23 Dharma Wanita Persatuan

Adapun Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan yang tidak ringan, Karena saat ini masih terjadi krisis dunia, diantaranya disebabkan oleh gagal panen gandum di beberapa negara seperti Amerika dan Australia, kemudian perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, dan lain sebagainya yang pada akhirnya berpengaruh pada stabilitas harga-harga.

“Kita saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, oleh karenanya Saya diminta Pak Presiden untuk menjaga stabilitas harga,” ucapnya.

“Saya kemarin sudah keliling, Alhamdulillah harga-harga di Lampung cukup relatif stabil, hanya masih ada di beberapa tempat, minyak goreng curah bersubsidi yang diatas HET, yang seharusnya 14 ribu, tapi masih ada yang harga 15 sampai 16 ribu, nanti kita akan kita banjiri agar harga kembali normal,” lanjutnya.

Kemudian terkait aplikasi SIMIRAH, menurut Mendag, peraturan pada aplikasi tersebut dibuat untuk meminimalisir kebocoran, tapi dapat dilakukan pengecualian pada kondisi tertentu.

“Kita akan lakukan relaksasi sehingga ada kelonggaran untuk Provinsi Lampung, mungkin dengan fotocopy KTP saja sudah cukup, sehingga dalam waktu dekat minyak di Lampung bisa segera stabil,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Hadiri Rapat Paripurna Persetujuan 10 Perda Usul Inisiatif DPRD dan 2 Perda Prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung
Gubernur Buka Temu Teknis Penyuluh Pertanian se-Provinsi Lampung Tahun 2022
Sekdaprov Buka Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Provinsi Lampung Tahun 2022
Gubernur Arinal Hadiri Ngunduh Mantu Putra Bungsu Presiden RI
Gubernur Meminta Kongres Bahasa Lampung dapat Merumuskan Strategi Menggali, Memelihara, dan Mengembangkan Bahasa Lampung
Sekdaprov Lampung Menghadiri Peringatan HUT ke -23 Dharma Wanita Persatuan
Sekdaprov Wakili Pemprov Terima Penghargaan Anugerah Prakarsa Inklusi
Gubernur Terima Penghargaan Meritokrasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Desember 2022 - 14:55 WIB

Gubernur Hadiri Rapat Paripurna Persetujuan 10 Perda Usul Inisiatif DPRD dan 2 Perda Prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung

Selasa, 13 Desember 2022 - 14:54 WIB

Gubernur Buka Temu Teknis Penyuluh Pertanian se-Provinsi Lampung Tahun 2022

Senin, 12 Desember 2022 - 11:42 WIB

Sekdaprov Buka Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Provinsi Lampung Tahun 2022

Minggu, 11 Desember 2022 - 14:28 WIB

Gubernur Arinal Hadiri Ngunduh Mantu Putra Bungsu Presiden RI

Kamis, 8 Desember 2022 - 14:54 WIB

Gubernur Meminta Kongres Bahasa Lampung dapat Merumuskan Strategi Menggali, Memelihara, dan Mengembangkan Bahasa Lampung

Berita Terbaru

Pemerintah

Mirza Terus Geber Pembangunan Jalan, Fokus Ruas Kabupaten

Sabtu, 11 Apr 2026 - 05:55 WIB

Pemerintah

Pramuka Kwarda Lampung Siapakan Generasi Muda yang Adaptif

Minggu, 5 Apr 2026 - 10:11 WIB

Pemerintah

Lebih Dari Separuh Jalan Kabupaten di Lampung Kurang Mantap

Minggu, 29 Mar 2026 - 09:30 WIB